Sejarah Produksi Sepeda Listrik

mikesbi / April 1, 2018
Sejarah Produksi Sepeda Listrik

Pada masa sekarang banyak orang yang sudah mulai tertarik dengan menggunakan sepeda listrik. Sepeda listrik pada dasarnya memiliki fungsi yang kurang lebih sama dengan sepeda yang konvensional. Perbedaannya adalah sepeda listrik menggunakan penggerak berupa motor untuk bisa membuatnya berjalan. Sedangkan untuk sepeda konvensional menggunakan sebuah tuas yang membuat rodannya berputar. Sepeda konvensional memiliki banyak sekali macam dan juga modelnya. Modelnya yang beragam dengan fungsi yang cukup untuk sekedar jalan-jalan maupun berolahraga tentunya akan memastikan bahwa berolahraga akan menjadi lebih menyenangkan dengan menggunakan sepeda. Daripada hanya di kamar bermain poker online lebih baik juga berolahraga ringan dengan bersepeda. Mengayuh sepeda konvensional memang membutuhkan energi dan stamina yang lebih banyak. Oleh karenanya sepeda listrik dibuat untuk mempermudah orang yang ingin bepergian. Meskipun memiliki fungsi yang kurang lebih sama antara sepeda konvensional dengan sepeda listrik, namun ada beberapa kemampuan yang tidak dimiliki oleh sepeda konvensional yang dimiliki oleh sepeda listrik.

Penggunaannya yang lebih mudah serta kekuatannya untuk membawa beban yang cukup banyak serta kemampuannya untuk menempuh jarak yang lumayan jauh dalam waktu yang relatif singkat inilah yang menyebabkan sekarang orang lebih tertarik untuk menggunakan jenis sepeda listrik untuk bepergian ketimbang menggunakan sepeda konvensional. Meskipun kemampuanya untuk menempuh jarak yang lumayan jauh sudah teruji dengan baik, namun kemampuan tersebut sangat bergantung pada ketahanan dari batrai yang menggerakkan motornya.

Sepeda Listrik Kuno

Setidaknya ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh sepeda listrik yang membuatnya dipilih sebagai salah satu alternatif alat transportasi yang benar-benar murah dan juga ramah lingkungan. Sepeda listrik bergerak menggunakan motor yang diberi tenaga dengan baterai. Berdasarkan sejarahnya sepeda listrik dahulu dipilih digerakkan dengan menggunakan motor listrik yang berjenis DC atau bergerak dengan arus searah. Namun ada beberapa kekurangan yang dimiliki oleh jenis motor yang digerakkan dengan model arus semacam itu. Kelemahannya adalah lempeng tembaganya akan mudah sekali aus. Keausan dari lempeng tembaga tersebut akibat terlalu sering digunakan.

Oleh karena jenis motor penggerak listrik model seperti ini sudah mulai ditinggalkan oleh banyak orang. Perawatannya juga lebih sulit. Lempeng tembaga tersebut harus selalu rutin dibersihkan agar lempeng tembaga tersebut tidak mudah berkarat dan menyebabkan menjadi penghambat arus listrik yang akan menggerakkan sepeda. Sehingga ketika arusnya terhambat karena lempeng tembagannya aus atau berkarat, maka sepeda listrik sudah tidak bisa digunakan kembali. Motor penggerak yang tadinya senantiasa bergerak terus menerus tentunya akan menjadikan lempeng menjadi menghasilkan percikan api yang nantinya ternyata akan menghambat kinerja motor. Bahkan motor akan menjadi meledak karena lempeng tersebut menghasilkan letupan api. Hal inilah yang membuat penggunaan motor jenis dc pada sepeda listrik mulai banyak ditinggalkan oleh pengguna judi online. Sehingga adanya evaluasi yang dilakukan membuat para pembuatnya membuat perbedaan dengan menggunakan jenis motor lainnya yang jauh lebih awet dan tahan lama.

Sepeda listrik yang dulu menggunakan motor penggerak berupa motor DC, sekarang ini sudah diganti penggunaanya menjadi BLDC electronic motor. Penggunaan jenis baterai motor jenis ini sudah mulai meluas. Sebab jenis motor seperti ini jauh lebih awet daripada jenis motor dc. Namun ketika anda membeli sebuah sepeda listrik anda setidaknya harus tetap berhati-hati sebelum membelinya. Sebab masih ada kemungkinan anda menemukan jenis sepeda listrik yang menggunakan motor penggerak menggunakan jenis motor DC untuk motor penggeraknya yang memiliki banyak kelemahan tersebut dan kurang awet.

Leave a Reply